SMK Negeri 6 Teluk Makmur Medang Kampai Dumai Terakreditasi B

oleh

DUMAI,wartapembaruan.co.id-Sekolah kejuruan SMK Negeri 6 Dumai Medang Kampai Dumai sejak berdirinya sampai saat ini tahun 2019 sudah tiga tahun beroperasi yang berperan aktif dalam dunia pendidikan. Saat ini sistim kurikulum KTSP dan sudah terakreditasi B.

Demikian di katakan Kepala sekolah SMK Negeri 6 Medang kampai Dumai Zulkarnaen.Nst.S.Pd kepada wartawan pada 28/11/2019 yang lalu di ruangan kerjanya

Zulkarnaen mengatakan, saat ini SMK Negeri 6 Dumai sudah tiga tahun beroperasi dengan jumlah siswa-siswi disini mulai dari kelas 10 s/d 12 berjumlah 370 orang dengan ruang kelas ada 6 kelas untuk 12 rombel. Untuk tahun 2019 ini SMK Negeri 6 Dumai baru ada kelas tiga yang akan mengikuti ujian nasional dalam waktu dekat ini pada April tahun 2020 mendatang, jelasnya

Seelain itu lanjut Zulkarnaen, tim guru pendidik SMK Negeri 6 Dumai saat ini berjumlah 27 orang yang terdiri dari guru honor sekolah berjumlah 22 orang, tenaga pengajar dan guru PNS termasuk guru bantu daerah ada 5 orang tenaga pengajar.

Lebih lanjut Zulkarnaen lagi, terkait pelaksanaan kegiatan operasional sekolah kita tidak terlepas dari dana penunjang kegiatan sekolah yang saat ini dana operasional SMK Negeri 6 kurang memadai,sangat minim dan terbatas sekali di gunakan untuk kegiatan operasional sekolah. Seperti untuk menggaji guru honor sekolah ada 22 orang, biaya kejuruan dan kegiatan rutin lainnya yang sampai saat ini belum dapat kita akomodir dan tidak terkafer. Sementara kas dana operasional sekolah saat ini sangat minim sekali. Menjelang untuk tiga bulan kedepan menjelang Desember akhir tahun mendatang pihak sekolah agak kewalahan dalam mengelola managemen sekolah dengan kondisi yang sangat terbatas saat ini. Apalagi sekolah kejuruan tentunya setiap kegiatannya tidak terlepas dari dana operasional, yang sangat kita rasakan sejak di berlakukan peraturan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi bahwa pelarangan memungut uang komite, kita agak kewalahan dalam mengelola sekolah.

Berkaitan dengan itu kita serahkan pada komite sekolah untuk mencari solusi untuk di sepakati bersama. Seperti ada beberapa orang pihak wali murid yang ada perhatian dan kepeduliannya terhadap pendidikan di sekolah seperti ada yang membantu sarana prasarana sekolah. Kalau kita mengharap dari Bosnas dan Bosda untuk tersebut di atas penggunaannya tertentu sesuai juknis bisa di gunakan. Namun untuk tahun 2020 mendatang pihak SMK Negeri 6 Dumai sudah berupaya mengajukan penambahan dana Bosda ke propinsi Riau. Terutama untuk biaya operasional dan gaji guru honor pada tahun 2020 mendatang. Biaya Bosda udah bisa untuk menggaji guru honor sekolah, terang Zulkarnaen

“Selain itu mengenai sarana prasarana sekolah SMK Negeri 6 Dumai salah satu penunjang standar pelayanan minimal (SPM) pendidikan sekolah sudah mulai berangsur angsur ada penambahan sarana prasarananya seperti saat ini SMK Negeri 6 Dumai sedang membangun musholla dengan kondisi berbentuk pondasi ukuran 16 x 16 M yang berasal dari bantuan dana CSR PLN Cabang Dumai dan prasana lainnya,” ujarnya Kepada wartawan.(muhardi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *