Harga Getah Karet Murah Petani Kebun Karet, Sangat Terbebani Oleh Mahalnya Harga Kebutuhan

oleh

Wartapembaruan.co.id Tulang BawangMasyarakat tulang bawang kususnya petani kebon karet, keluhkan harga getah karet yang tak beranjak naik harganya, semenjak anjloknya harga getah karet pada tahun 2015 sampai saat ini harga getah karet belum beranjak naik.

(FN)  (33) selaku warga menggala Kecamatan menggala Desa Gunung Sakti jalan kemiling raya, mengungkapkan kepada wartawan media ini, bahwa dirinya sangat mengeluhkan harga getah karet, yang harganya Rp 6000 dan berkisar 7000, sangat tidak seimbang dengan harga bahan pokok, untuk keluarganya.

“Saat ini saya benar benar dalam keadaan kebingungan, dalam menghadapi masalah hidup keluarga kami sehari-sehari sedangkan saya haya penderes batang karet buruh, sistem bagi dua kepada pemilik karet.

Dari hari kehari Hasil yang saya peroleh dari penderes batang karet, tidak seimbang dengan bahan pangan sehari hari kami, harga getah karet yang haya Rp 6000-7000 rupiah perkilo gram itu tidak seimbag dengan harga beras yang dijual dipasar dan duwarung warung, belum lagi ditambah kebutuhan lainnya seperti biaya anak sekolah yang sekolah di Sekolah Menengah Atas (SMA) .

Apa lagi dengan keadaan saat Musim panas sudah pasti getah karet sangat berkurang, dan tentu saja membuat penghasilan saya semakin berkurang, oleh karna itu saya berharap kepada pemerintah agar dapat mengatasi kerisis harga getah karet, yang saat ini sedang melanda para petani kebun karet seperti kami.

(HO) (43) salah satu penderes batang karet berasal dari desa ujung batu, tulang bawang barat, yang kebetulan bekerja di salah satu kebun karet warga menggala, jalan kemiling desa gunung sakti kecamat menggala kota jabupaten tulang bawang barat, terpaksa berhenti sesaat untuk menderes karet sementara musih panas ini.

Karna dirinya mengaku hasilnya tidak sesuai dengan apa yang iya keluarkan sehari harinya, sedangkan untuk biayaya bensin dan makan minun lain lainnya setiap hari jalan bekerja saja dirinya, sudah mengeluarkan uang hampir 20 ribu.

“Untuk saat ini saya istirahat dulu bekerja menderes batang karet, setidaknya sampai datang nya hujan, karna saat ini kan musim panas getah karet yang keluar saat dideres sangat sedikit, ditambah kagi harga karet murah mas, tidak sesuai dengan harga kebutuhan sehari hari, bayangkan saja saya jalan kerja menderes dari jam 2 malam, bawa batrai nasi rokok, selesai kerja sekira jam 2 sore.

Akan tetapi hasil yang diperoleh bekerja seharian lebih, hampir habis untuk saya sendiri, bagai mana gak hasil kerja selama seharian haya mendapat, 15 kilo getah karet saja, dari lima belas itu dibagi dua dengan pemilik kebon karet, itu berarti Rp 7,5 Kg saja, dikali Rp 6000 ribu, berarti punya saya haya, Rp 45000.000 saja.

Dipotong beli bensin 1litet Rp 9000, dipotong rokok saya 10.000, dipotong lagi makan saya, belum saya beli obat antangin setiap malam, belum untuk makan minum anak ustri saya dirumah, jajan anak sekolah, 3 orang 2 SMA 1 SMP habis kadang terhutang sama tetangga, ” Keluhnya.

Saya berharap kepada pemerintah daerah dan pusat, karena ini sudah membuat kami sebagai petani kebun karet merasa kewalahan dengan harga getah karet murah, yang sudah jelas tidak sesuai dengan harga bahan pokok agar kiranya pemerintah bisa mengambil sikap kepada pihak pihak yang terkait, agar nasip dan penghasilan kami para petani karet ini bisa ada sisa dari makan minum kami sehari hari, ” Harapnya.

Kabiro

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *