Kuasa Hukum Yantoni, Berharap Dengan Digelarnya Perkara ini, Agar Mendapat Titik Awal Kesimpulan Setatus Terlapor

oleh

Wartapembaruan.co.id Tulang Bawang Barat – Penanganan kasus dugaan penganiayaan wartawan yang dilakukan oleh sekretaris BPKAD Tulang Bawang Barat (TUBABA) kini dalam tahap gelar perkara. Gelar perkara dilaksanakan di ruang kusus Reskrim Polres Tulang Bawang, Jumat (27/9).

Dari hasil gelar perkara tersebut, menurut kasat reskrim melalui Kbo Reskrim Polres Tulang Bawang, IPDA Dwi Endrianto SIP mengatakan bahwa perkara bisa langsung dilanjutkan bila sudah tidak ada lagi kekurangan baik dari bukti atau saksi yang ada.

Menurutnya, semua keterangan yang sudah ada akan diperiksa kembali begitu pula dengan CCTV nya, karena cctv hanya bersipat menyeken sebagian saja tidak semua.

“Nanti kita akan berkoordinir terlebih dahulu kepada Jaksa apakah itu bisa dipakai atau tidak sebagai bahan bukti kita dalam bentuk SP2HP,” ungkapnya.

Lanjutnya, semua kasus pidana yang akan naik memerlukan gelar perkara terlebih dahulu. Gelar perkara juga memiliki dua bentuk yaitu gelar perkara biasa dan gelar perkara kusus. Gelar perkara biasa bisa melalui tiga tahap yaitu tahap awal, tengah dan ahir, sesuai dengan tekap 14 karena ini bukan tidak bisa main main dalam menanganinya dan harus sesuai prosedur.

“Kasus ini sudah kita serahkan kepada pihak kapolsek terdekat dan kita percayakan saja kepada pihak polsek karena saya yakin teman-teman di Polsek akan bekerja secara profesional dan tegas dalam menangani kasus ini.

Lalu nanti akan dikirim perkembangannya melalui SP2HP kepada pihak Korban sampai mana perkembangan dan sampai tahap mana,” ungkapnya.

Tambhanya, tujuan dilaksanakanya gelar perkara untuk dapat menentukan pasal atau penetapan terhadap tersangka, dan ini bersifal intel (tertutup) tidak semua orang harus tau apalagi yang tidak memiliki kepentingan kecuali bila memang dibutuhkan dari pihak penyidik.

“Sekali lagi saya sampaikan bahwa ini masih termasuk tahap awal nanti akan ada lagi tahap selanjutnya karena kita juga harus melalui prosedur yang ada dan dari step bay step apakah sudah bisa langsung kita bawa naik atau tidak, tentunya kita harus melengkapinya melalu perkembangan SP2HP terlebih dahulu,” ungkap Endrianto.

Sementara itu, kuasa hukum korban, PH .Agustinus mengatakan gelar perkara awal ini dapat diambil kesimpulan dalam menentukan status perkara apakah dapat dilanjutkan dalam mengambil langkah langkah dalam penyidikan.

“Gelar perkara ini kita berharap mendapat titik awal dalam mengambil kesimpulan dan strategi apa dalam menangani kasus ini,” tutupnya, (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *