Jakarta, Wartapembaruan.co.id - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menyampaikan harapannya terhadap partisipasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dalam rangka mendorong persiapan penempatan Sumber Daya Manusia (SDM) di luar negeri.
Menurut Menteri BP2MI, Abdul Kadir Karding, jalinan kerja sama dengan Kadin dalam penempatan tenaga-tenaga kerja lokal di luar negeri ini dapat sangat membantu untuk meningkatkan partisipasi peserta.
“Kita ingin Kadin itu berpartisipasi aktif di dalam ikut mendorong agar terjadi peningkatan-peningkatan, sehingga penempatan tenaga kerja kita sekaligus penindungannya itu semakin berkualitas,” ujar Karding, usai bertemu dengan Ketua Umum Kadin, Anindya Bakrie di kantor BP2MI, Senin (17/2/2025).
“Jadi, banyak hal yang kami harapkan Kadin berpartisipasi membantu pemerintah, untuk penyiapan sumber daya manusia dan penempatan pekerjaan migran yang berkualitas,” lanjut Karding.
Menurut Karding, dengan adanya kerja sama antara BP2MI dan Kadin ini, maka remitansi atau uang transfer masuk yang dilakukan pekerja asing ke penerima di negara asalnya juga akan meningkat.
“Kalau kemarin misalnya Rp 221 triliun, dengan kerjasama dan bareng-bareng bekolaborasi ini, kita yakin bisa mencapai Rp300-400 triliun,” ujar Karding.
Sementara itu di tempat yang sama, Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie mengatakan, bahwa rencana yang diuraikan oleh BP2MI merupakan rencana yang berpotensi besar, dan harus ditangani secara serius.
“Saya banyak mendapatkan masukan pencerahan sejak bulan lalu, tapi kita bergerak cepat. Karena P2MI ini, tenaga kerja migran itu jadi nomor dua terbesar pembawa devisa setelah migas. Jadi, buat kamar dagang dan industri, ini sangat-sangat serius,” kata Anindya.
Kendati begitu, Anindya menambahkan bahwa masih ada ada beberapa persiapan yang harus dilakukan oleh BP2MI terkait penempatan tenaga kerja di luar negeri ini. (Azwar)